Sore jam 3.50 lion Boeing 737-400 ER itu bertolak ke Jakarta. Sdikit molor dari jadwal semula tapi ga apalah…menunggu kurang lebih 1jam, akhirnya psawat menuju kota kelahiran dibrangkatkan. Tapi kali ini dengan menggunakan 900 ER, sdikit bisa bersyukur..karena psawat yang digunakan tergolong masih baru.
Setiba di kota kelahiran, aku dijemput kakakku dengan motor Kharisma ceper bervelg racing putih. Menyusuri malam dari bandara hingga istana tercinta. Tibalah aku dirumah. Dengan kondisi perut kroncongan aku langsung meraih piring dan mengisinya dengan nasi putih dan sdikit lauk buatan kakak ipar tercinta. Stelah perut terisi rata..baru kemudian masuk kamar disambut lembutnya bantal kapuk ksayangan yang telah lama ditinggalkan. Ughh empuk nya bantal membuatku bisa sdikit melupakan lelah yang mendera.
Sabtu siang, langsung meluncur ke rumah ambon dengan membawa sdikit buah tangan dari jogja. Maaph bon,oleh2ny dikit. Topik pembicaraan siang itu membahas tentang prosesi lamaran seorang teman, burman ambara. Berhubung besoknya (minggu,2806) ada undangan resepsi yang laen, Aan Siswanto, tapi untunglah, kdua undangan itu bisa dihadiri. Alhamdulillah. Sdikit dokumentasi dari kedua acara, berharap bisa menjadi bukti knangan di masa depan. Begitu dirumah, jadwal selanjutnya langsung disusun, tujuan kota brikutnya, padang.
![]() |
![]() |
![]() |
|
Tujuan ke kota yang penuh dengan masakan santan ini dikarenakan ada kedua orang tua yang menunggu. Yang katanya akan pindah tanggal satu. Jadi, 30 sore aku diantar oleh neng dan aris ke travel yang menuju kota itu. Dengan membawa baju dan perlengkapan seadanya, tak lupa kamera saku siap sedia di ranselku. Perjalanan panjang dimulai. Diisi 6 orang penumpang termasuk sopir travel. Mobil itu berangkat juga. Perjalanan yang melelahkan. Karena 2 orang ibu ada didalamnya. Semalaman mereka ngerumpi. Mulai dari komentar masakan restoran sampai topik jodoh yang sangat membuat gatal telinga. Hiks. Dari pada kesepian dan mendengerakan suara gemuruh gosip, mp3 player kumainkan. Hingga tiba disatu daerah, ga taw daerahnya apa, pas setelah shalat subuh, para penumpang travel maw masuk lagi ke mobil. Jeder. Mobil terkunci, dengan posisi kunci masih tergantung di bawah stir. Tuiiiing tuiiing. Kayaknya awal bulan kali ini akan terasa sangat berat dan panjang. 3 Jam lamanya kami menunggu. Uggh. Kami sudah menyarankan si sopir untuk memecahkan kaca jendela mobil. Si sopir masih berusaha untuk membuka pintu. Tapi tak ada hasil. Hingga akhirnya, Read the rest of this entry »















Recent Comments