Coba2 jadi penulis, sepertinya terpengaruh oleh novelnya bang Andrea Hirata. Baiklah, mari kita mulai. Barangkali, karena tebalnya novel2 yang beredar di Indonesia, membuatku akan ketidaksukaan terhadap novel semakin menjadi-jadi.
Penuh dengan bahasa2 puitis, sajak2 romantis. Barangkali juga karena didalam novel terdapat kisah2 kehidupan yang terlalu dilebih2kan sehingga rasa ketertarikan untuk membaca sebuah novelku jadi berkurang atau emang ga ada. Dan barangkali juga karena untuk dapat mencerna setiap barisan kata, dibutukan imajinasi yang tinggi, dan aku tak punya itu. Hingga seseorang bercerita tentang sosok Andrea Hirata yang ia kagumi, rasa penasaran pun makin menjadi. Dan kesempatan yang tak kan datang dua kali,, itu mengetuk celah hati, bahwa, akan datangnya bang Andrea Hirata ke jogja. Hmmm.. ksempatan yang baik bukan? 2 hari sebelum kedatangannya, sengaja aku mencari informasi. Bak ingin menyambut sesuatu yang istimewa, jejak langkah Andrea Hirata kutelusuri. Kapan, dimana, bagaimana? Diawali dengan bertanya via media internet, hingga mencari informasi ke penjaga disebuah toko buku ternama dikota ini. Toko buku yang akan menjadi tempat acara Meet n Greetnya Andrea Hirata.
Sore itu, sekitar pukul 4, bersama purple-panggilan motor ksayangan-, kami pun kluar dari rumah. Semangat yang berapi api di sore itu harus dihentikan karena perut kroncongan. Iyah, ternyata emang belum makan siang. Stop di warung makan yang tak jauh dari pasar, pesan satu porsi ikan tuna bakar. Aku sangat suka sekali ikan. Terkadang hampir tiap hari aku makan ikan. Ah tapi tak penting cerita tentang ikan…apalagi ikan tuna yang dibakar!!!! Stelah perut terisi rata, tapi tetap saja permukaannya tak rata, huh, sore itu dilanjutkan menuju ke sebuah atm. Apalagi klo bukan uang, hahahahha skarang giliran motor butuh tangki yang “kenyang”. Uang dan kenyang? yaa membuat motor kenyang tentu bukan di atm, tapi di pompa bensin, yang merupakan pemberhentian selanjutnya.
Perut dan tangki motor penuh sudah. Berarti harus langsung ke toko buku yang menjadi tujuan utamanya.
Dari tempat makan, atm dan pom bensin, cukup menghabiskan waktu kurang dari satu jam. Pukul 5 kurang tiba di Togamas. Parkirkan si purple, tepat dibawah rindangnya kumpulan pohon bambu disebelah kanan toko. Masuk toko melewati tempat penitipan barang, dan kesempatan pertama bertanya jatuh pada si mas yang sore itu berjaga di penitipan barang. “Mas, mau tanya boleh?” tanyaku sambil mbuka jaket hitam kampus bertuliskan dikes di saku kiri.
“iya mas, ada yg bisa dibantu” jawab masnya.
“saya dengar besok itu ada acara meet and greet Andrea Hirata, itu prosedurnya gimana ya mas?” tanyaku.
“maksudnya prosedur apa ya mas?” masnya bingung euy.
“Ya, prosedur buat ikutan acara itu, misalnya mo minta tanda tangan ato foto bareng” yaah, dari awal buat tujuan ikutan ini ya cuma minta tanda tangannya sama foto bareng seih gemanaaa seh maz (sdikit ng4l4y n3h 6pp y0w4h)
Dengan sdikit bingung masnya pun menjawab “Oh, klo itu mas langsung dateng aja sabtu sore jam 7,acaranya free kok, diatas” masnya sambil nunjuk atas, yang maksudnya itu adalah lantai 2 dari bangunan ini. Cafe skaligus beberapa rak buku yang dijual.
“ooh gitu ya mas, makasih ya mas” karena baru dapet info dikit, saya pun meneruskan langkah kdalam toko. Stiba di rak pertama bertuliskan “NOVEL TERBARU”. Tumpukan buku karya bang Andrea Hirata bisa langsung diliat. Judulnya Padang Bulan dan Cinta Di Dalam Gelas. Jaraknya cuman 2 meter dari tempat penitipan barang tadi. Dan sebelum ketemu itu rak yang bertuliskan “NOVEL TERBARU”, aku mlangkah masuk langsung ke deretan buku-buku paling belakang. Sambil nyari mas atau mbak penjaga toko lainnya. Dan ksempatan kdua itu jatuh pada mbak-mbak yang juga lagi bingung nyusunin buku-buku. Melangkah mendekat dan … bertanya. “Mbak…” mbaknya kaget euy..wekekeke.
“Iya mas,,,” jawab mbaknya yg pake jilbab pink sdikit keungu-unguan.
“Mbak, klo novel barunya Andrea Hirata dimana ya??”
“Oh itu didepan pintu masuk, rak pertama mas…” bales mbaknya lagi
“Trus klo yang acara malam minggu itu mbak, Meet and Greetnya bareng Andrea Hirata, itu gmn caranya” karena kurang puas dengan mas penjaga tempat penitipan barang tadi, akhirnya bertanya ulang ke mbak berjilbab ungu muda ini.
“Iya langsung aja dateng, bawa novelnya mas.. ntar acaranya diatas”
Owwwh mbaknya nunjuk atas lagi,, informasi yg didapet cukup memuaskan walau sama aja dengan mas yg didepan tadi.
“Kalo mbeli novelnya mbak, harus besok ato bisa dibeli hari ini..” ntah karena masih pnasaran, ato cuma butuh teman ngobrol, aku masih tetap berdiri di dpn mbaknya yg sambil kebingungan nata buku2 dari dalam kardus kemudian ditaruh ke rak.
“Iya bisa hari ini koq, langsung aja ke depan mas..” kyknya mulai jengkel mbaknya…
dan percakapan itu pun ditutup dengan salam “Oke makasih ya mbak…”
Perlahan pergi meninggalkan mbak yg bingung nata buku, tanpa sempat berkenalan.. hahahah. Langkah kaki slanjutnya menuju rak pertama bertuliskan “NOVEL TERBARU”. Diambillah tumpukan teratas, masih dalam bundel plasti ketat. Kemudian menuju kasir untuk melakukan transaksi. Hmmm dari situ cerita ini takkan berakhir sampai disini. Semua akan berlanjut ke AntARa aKu dan NOVelnYA session 2 biar lebih mirip novel2 terkenal yang sedang beredar itu. Dan mohon dikomeng komeng tulisan perdana saya dengan berlagak bak seorang penulis novel terkenal, dengan gaya bahasa penuh intuisi.. hahahahah kocak!!












Leave a comment
Comments feed for this article